Profil Gampong

BEBERAPA BIDANG PERMASALAHAN GAMPONG

 

  1. Pendidikan, Agama, Ekonomi dan Sosial Budaya

 

  1. Pendidikan

Masyarakat gampong Beurandeh masih berpendidikan rendah. Hal disebabkan kurangnya fasilitas dan kesadaran dari masyarakat. Gampong Beurandeh hanya memiliki Taman Kanak-Kanak. Selain itu, kesadaran dari para orang tua untik mendukung dan menyekolahkan anaknnya masih kurang. Umumnya masyarakat gampong Hagu hanya menempuh pendidikan sampai jenjang SLTP. Kebanyakan dari mereka memilih untuk bekerja, misalanya menjadi nelayan dan bekerja di kebun.

 

  1. Agama

Dalam bidang agama, masyarakat Beurandeh sudah mengalami peningkatan yang cukup baik. Pada malam harinya, diadakan pengajian untuk anak-anak setelah usai salat magrib sampai pukul 21.00 WIB. Begitu halnya dengan para ibu yang mengadakan kegiatan pengajian pada hari jumat setelah usai salat jumaat. Namun, masyarakat kurang berpatisipasi di meunasah pada kegiatan di siang hari, misalnya salat dzuhur berjamaah.

 

  1. Ekonomi

Pada umumnya, masyarakat Beurandeh bermata pencaharian petani dan berdagang. Jika ditinjau dari segi ekonomi masyarakat masih mendapatkan permasalahan. Hal ini disebabkan oleh beberapa sektor, misalnya sektor pertanian, dalam sektor pertanian kurangnya fasilitas di gampong sehingga masyarakat sulit untuk memproduksi hasil pertanian misalnya memproduksi kelapa. Hal inilah yang menyebabkan ekonomi masyarakat kurang. Selain itu, banyak kegiatan yang dilakukan masyarakat yang pada dasarnya memiliki potensi.Namun, hanya saja ada beberapa permasalahan yang menyebabkan kegiatan tersebut kurang memberikan peningkatan terhadap pendapatan ekonomi masyarakat. Misalnya masyarakat yang hari-harinya melakukan kegiatan di sawah menanam padi. Namun karena adanya permasalahan keterebatasan modal, masyarakat tersebut hanya bertani dengan menggunakan alat seadanya . Disamping itu, ada pula masyarakat yang juga mempunyai perkebunan kakao, tetapi karena permasalahan tanah yg kurang subur, juga tidak dapat mengasilkan suatu produk kakao yang baik, bahkan banyak yang tidak dapat digunakan sama sekali.

 

  1. Sosial Budaya

Dalam bidang sosial budaya masyarakat gampong Beurandeh tidak memiliki masalah. Hanya saja, sosialasasi antar masyarakat perlu ditingkatkan agar pembangunan masyarakat dapat berkembang.

 

  1. Prasarana dan Sarana

Prasarana dan sarana yang terdapat di gampong Beurandeh belum memadai, misalnya belum ada pembangunan untuk kantor keuchik. Selain itu, prasarana dan sarana pendidikan belum lengkap. Di gampong Beurandeh hanya memiliki sekolah TK saja.

Adapun yang menjadi permasalahan dibidang sarana dan prasarana di Gampong Beurandeh adalah tidak adanya tempat penampungan sampah yang bersifat umum sehingga banyak sampah warga yang berserakan di pinggir-pinggir jalan. Jalan utama kampung yang sudah menggunakan aspal hitam kurang terjaga akibat ternak warga yang tidak dikandangkan sehingga menambah kesan kampung yang kumuh dan menyulitkan warga dalam melakukan mobile ketika malam hari.

Pada dasarnya gampong Beurandeh memiliki fasilitas gedung yang cukup memadai. Namun, fasilitas gedung yang terdapat di gampong Beurandeh belum dimanfaatkan sebaik- baiknya. Hal ini dikarenakan kondisi pendidikan masyarakat yang masih rendah. Masyarakat masih kurang paham dalam mempergunakan fasilitas gedung tersebut. Adapun fasilitas gedung yang terdapat di gampong Beurandeh antara lain:

  • Meunasah
  • Balai Pengajian

Fasilitas gedung yang hanya aktif dijalankan oleh masyarakat yaitu meunasah dan balai pengajian. Gedung meunasah bukan hanya dipergunakan sebagai tempat ibadah saja tetapi juga dipergunakan sebagai tempat untuk musyawarah dalam membahas masalah gampong. Sama halnya dengan balai pengajian, masyarakat mempergunakan balai tersebut tidak hanya untuk belajar mengaji tetapi juga digunakan oleh anak-anak untuk belajar menari.

 

 

 

 

  1. Produksi

Dalam bidang produksi, masyakat masih mendapatkan permasalahan, misalnya dalam hal untuk memproduksi hasil dari pertanian. Gampong Beurandeh memiliki potensi penghasilan kelapa. Namun, hal ini mendapatkan kendala dalam hal produksi hal tersebut.

 

  1. Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan

Dalam bidang kesehatan, gampong Beurandeh belum memiliki fasilitas Posyandu puskesmas. Posyandu puskesmas yang dilakukan 1 bulan sekali untuk balita yang ada di daerah Gampong Beurandeh. Selain itu, dalam bidang kebersihan masih mendapat permasalahan yang besar. Lingkungan gampong Beurandeh masih kurang bersih, misalnya selokan-selokannya masih banyak tumbukan sampah. Masalah yang sangat terlihat ada pada sistem peternakan sapi tepatnya mengenai perkandangan yang tidak disediakan. Sapi-sapi enderung berkeliaran pada siang hari dan tidur di badan jalan pada malam hari yang mengakibatkan kotoran sapi berserakan di sepanjang jalan, pemandangan demikian sungguh tidak enak dipandang mata dan menimbulkan bau yang tidak sedap serta mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Lebih dari itu keadaan tersebut dapat membawa wabah penyakit bagi warga masyarakat Gampong Beurandeh dan sekitarnya hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran dari masyakarat untuk hidup sehat.

Beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi adalah minimnya kesadaran masyarakat dan aparatur desa dalam menggalakkan kerja bakti kebersihan lingkungan sehingga keadaan demikian terus menerus berlanjut dan dapat membawa akibat negatif bagi kesehatan dan kebersihan lingkungan. Jika tidak segera diatasi dengan strategi yang tepat hal ini sangat berdampak pada lambatnya proses kemajuan sebuah Gampong. Langkah-langkah pembersihan lingkungan tersebut harus betul-betul dijalankan dan dilaksanakan guna mensejahterakan segenap lapisan masyarakat di wilayah tersebut.

Untuk memulai pelaksanaan kegiatan pembersihan dan pemulihan dari situasi seperti ini harus ditinjau apa yang menyebabkan sapi-sapi ini tidak dikandangkan secara layak dan benar. Menurut analisa yang kami lihat di Gampong Beurandeh dan sekitarnya tergolong kurangnya pemanfaatan lahan yang cukup tersedia untuk pembuatan kandang-kandang bagi sapi tersebut. Adapun hal lain yang menyebabkan situasi ini terjadi adalah karena masyarakat disana kesulitan dalam pemberian makanan untuk sapi-sapi apabila sapi-sapi mereka kandangkan, berhubungan dengan mata pencaharian masyarakat Gampong Beurandeh yang sebagian besar adalah menjadi nelayan yang tidak mempunyai cukup waktu untuk mencari rumput sebagai pakan sapi-sapi tersebut. Maka satu-satunya jalan untuk memelihara sapi agar tetap hidup adalah dengan cara melepas sapi-sapi dan membiarkan mereka mencari makan sendiri dan akibatnya adalah dapat menimbulkan pencemaran lingkungan seperti yang telah kita bahas diatas.

Dengan pemantauan yang telah kami analisa, penyelesaian alternatif bagi masalah ini dapat dilakukan dengan cara memagari dan membuat batas pada satu lahan kosong yang cocok untuk melepaskan sapi dan tersedianya rerumputan yang cukup untuk makanan sapi dengan catatan luas lahan dan jumlah sapi yang dilepas di dalamnya harus sesuai dan seimbang. Dengan demikian warga masyarakat akan tetap bisa memelihara sapi-sapi mereka dengan tidak mengganggu kegiatan melaut dan juga tidak mengganggu kesehatan dan kebersihan lingkungan.

 

  1. Administrasi dan Pemerintahan Gampong

Dalam bidang administrasi masih mendapatkan permasalahan. Administrasi dan pemerintahan gampong kurang berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan karena ketidaksediaan kantor geuchik sehingga segala jenis administrasi gampong susah dijalankan.