Kegiatan Mandiri

  1. Kegiatan Mandiri
  2. Pendidikan Kimia ( Tety Darwiyah – 1106103040011)
  • Bidang Kegiatan

Gampong Beurandeh tidak memiliki sekolah, tetapi sedang berlangsungnya program pembangunan TK dan bangunan tersebut masih dalam tahap pembangunan, dengan kondisi gampong yang dipenuhi oleh anak-anak sekolah dari tingkat SD, dan beberapa siswa SMP telah banyak membantu mahasiswa KKN dalam menjalankan beberapa program yang telah direncanakan sebelumnya sehingga dapat terealisasi dengan baik.

Oleh karena itu, adapun kegiatan mahasiswa KKN Unsyiah dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan diantaranya melakukan bimbingan belajar di bidang IPA Sains serta membuat percobaan sederhana yang dapat membantu anak-anak dalam memahami pembelajaran kimia yang berkaitan dengan lingkungan dan kehidupan sehari-hari.

1.2 Maksud, Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai

Maksud, tujuan dan sasaran yaitu agar anak-anak lebih memahami tentang pembelajaran yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan alam dalam dunia sains di kehidupan sehari-hari.

Pentingnya penerapan ilmu pengetahuan di bidang kimia sangat berpengaruh dalam kehidupan maupun kebiasaan anak-anak dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan kesadaran anak-anak dalam kehidupannya. Adapun isi materi yang diberikan pada saat pembelajaran berlangsung adalah sebagai berikut :

  • Menjelaskan apa yang dimaksud dengan ilmu sains
  • Menjelaskan proses penerapannya dalam kehidupan manusia
  • Menjelaskan manfaat serta bahaya dari penggunaan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari
  • Memperkenalkan proses keunikan kapur barus menari-nari didalam larutan.

Bidang kegiatan yang dipilih yaitu pemberian bimbingan belajar IPA dan melakukan percobaan sederhana. Kegiatan ini dilaksanakan di Bale Gampong Beurandeh. Penanggung jawab dari kegiatan ini adalah Tety Darwiyah yang dibantu oleh semua anggota kelompok KKN 161 diantaranya Mirza Winanda, Siska Molida, Sulistya Ayu Ningsih, dan Muhammad Rizki Pranata, serta Syafriadi. Adapun metode dan sistematika pelaksanaan kegiatan pemberian bimingan belajar adalah :

  • Melakukan survey di gampong untuk melihat jumlah anak-anak usia dini dan anak remaja di gampong Beurandeh
  • Melakukan proses menganalisis kebutuhan, yaitu memberikan bimbingan belajar.
  • Menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk pelaksanaan bimbingan bimbingan belajar.
  • Keliling gampong untuk mengundang anak anak Gampong Beurandeh dalam mengikuti bimbingan belajar.
  • Pemberian bimbingan belajar dan percobaan sederhana
  • Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut

Besarnya antusias anak-anak dalam mengikuti pembelajaran, karena proses pemberian pengetahuan disertai dengan penjelasan yang sederhana yang berhubungan langsung terhadap kebiasaan serta aktivitas anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

  • Faktor Pendukung dan Penghambat

Faktor Pendukung

  • Motivasi dari anak-anak usia dini dan remaja yang begitu tinggi
  • Dukungan dan bantuan dari kawan-kawan kelompok
  • Waktu dan tempat yang cukup memadai

Faktor Penghambat

  • Kurangnya fasilitas dalam melakukan proses pemberian bimbingan sehingga mengalami sedikit kesulitan dalam persentasi.
  1. Kegiatan Mandiri (Mirza Winanda)
  2. Bidang Kegiatan yang Dipilih

Program Kegiatan Sosialisasi pentingnya menabung sejak diini

Sosialisasi pentingnya menabung sejak diini adalah salah satu cara untuk menanamkan rasa gemar menabung pada anak. Kurangnya kesadaran dalam menabung merupakan masalah yang timbul oleh mental gemar melakukan kegiatan konsumsi. Bercermin pada kata-kata bijak “rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, ungkapan kata-kata bijak ini mestinya mulai kita tanamkan kepada anak sejak usia dini, kepada mereka kita ajarkan hidup hemat dengan cara menabung agar pola konsumtif yang tidak bermanfaat dapat dikurangi dengan tertanamnya budaya menabung kepada anak.

  1. Maksud, Tujuan, dan Sasaran yang ingin dicapai

Manfaat yang dicapai dari kegiatan ini adalah dalam tujuan jangka pendek antara lain yaitu mengenalkan kepada anak-anak mengenai manfaat dari menabung dan manfaat jangka panjang yaitu melatih anak-anak untuk belajar mengatur keuangan mereka, sekaligus melatih untuk hidup hemat

  1. Metode Pelaksanaan Kegiatan
  2. Nama Kegiatan

Sosialisasi pentingnya menabung sejak usia dini.

  1. Waktu Pelaksaan Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan pada :

No. Hari Tanggal Pukul
1. Rabu 4 Februari 2015 15.00-15.30 wib

 

  1. Nama-Nama Peserta Kegiatan

Penangung Jawab               : – Mirza Winanda

Peserta                                : – anak anak masyarakat beurandeh

  1. Sasaran Kegiatan

Sasaran yang ingin dicapai, Timbulnya kesadaran para peserta untuk dapat menyisihkan sebagian dari uang yang mereka agar dapat di tabung ke celengan sehingga bisa berguna untuk kedepan.

  1. Metode Sistematika Pelaksanaan

Adapun metode dan sistematika pelaksanaan kegiatan membuat ini adalah :

  • Mensosialisasikan kepada anak-anak tentang pentingnya menabung sejak dini
  • Membuat celengan dari bambu
  • Membuat celengan sendiri untuk mengasah kreatifitas anak
  1. Alat dan Bahan yang digunakan.
  • Alat
  • Gergaji
  • Kertas amplas
  • Cat
  • Kuas
  • Parang
  • parang
  • Bahan :
  • Batang bambu
  • Celengan Plastik yang sudah jadi

Cara-cara :

  1. Persiapkan bahan-bahan dan alat terlebih dahulu.
  2. Potong bambu sesuai kebutuhan yang ingin di gunakan, uasahakan pada bambu yang sudah kering atau di tebang 2 hari sebelum pelaksanaan kegiatan
  3. Dilanjutkan dengan rapikan bambu dengan menggosok dengan kertas amplas sampai halus agar bulu – bulu pada bagian bambu tidak membuat gatal tangan.
  4. Lalu setelah selesai halus di gosok dan rapi lubangi bagian atas bambu sesuai dengan yang di inginkan.
  5. Kemudian bisa langsung di cat seseuai selera, bisa di cat sembarang agar terlihat motif abstrak ataupun di cat semua sampai penuh.
  6. Kemudian jemur sebentar agar cat kering dan tidak lengket.
  1. Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut

Kegiatan Sosialisasi Pentingnya Menabung Usia Dini dilaksanakan pada tanggal 5 Februari 2015. Masyarakat Gampong  Beurandeh tampak antusias dan memberikan respon positif terhadap pentingnya Sosialisasi Pentingnya Menabung Usia Dini terhadap anak-anaknya. Masyarakat Gampong Beurandeh telah mengerti tentang pentingnya menabung sejak dini guna mengasah mental anak mereka agar lebih berhemat dan dapat membelajakan uang saku yang didapat dari orang tua dengan bijak.

Orang tua sebaiknya menekankan kembali pemahaman tentang pentingnya menbung guna mengasah mental anaknya sehingga dapat berhemat.

  1. Faktor Pendukung dan Penghambat
  • Faktor pendukung kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini yaitu:
  1. Masyarakat kususnya anak – anak antusias dalam mengikuti sosialisasi ini.
  2. Tinggiya angka partisipasi anak dalam mengikuti sosialisai.
  • Faktor penghambat pada saat mahasiswa/i melakukan kegiatan KKN ialah :
  1. Sosialisasi kepada seluruh masyarakat tidak memiliki hambatan berarti, banyak masyarakat Gampong Beurandeh menyadari pentingnya menanamkan budaya menabung terhadap anak-anak mereka.
  1. Pendidikan Ilmu Hukum ( Sulistya Ayu Ningsih – 1103101010268 )

3.1 Bidang Kegiatan

Sosialisasi mengenai pentingnya pernikahan yang tercatat oleh negara merupakan salah satu kegiatan utama yang dipilih untuk memberikan informasi secara jelas dan rinci mengenai apa dan bagaimana proses dari pencatatan pernikahan oleh negara. Mengingat masih banyak masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh mengenai perlunya pencatatan pernikahan oleh negara. Dalam hal ini akan menjelaskan bagaimana akibat hukum apabila tidak dicatatnya pernikahan oleh negara yaitu perkawinan dianggap tidak sah meski perkawinan dilakukan menurut agama dan kepercayaan, namun di mata negara perkawinan anda dianggap tidak sah jika belum dicatat oleh Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil. Yang kedua anak hanya memunyai hubungan perdata dengan ibu dan keluarga ibu. Anak-anak yang dilahirkan di luar perkawinan atau perkawinan yang tidak tercatat, selain dianggap anak tidak sah, juga hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibu atau keluarga ibu (Pasal 42 dan 43 Undang-Undang Perkawinan). Sedang hubungan perdata dengan ayahnya tidak ada. Yang ketiga Anak dan ibunya tidak berhak atas nafkah dan warisan. Akibat lebih jauh dari perkawinan yang tidak tercatat adalah, baik isteri maupun anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut tidak berhak menuntut nafkah ataupun warisan dari ayahnya.

Lalu mengenai sahnya suatu pernikahan yaitu sebuah perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu (pasal 2 ayat 1 UU Perkawinan). Ini berarti bahwa jika suatu perkawinan telah memenuhi syarat dan rukun nikah atau ijab kabul telah dilaksanakan (bagi umat Islam) atau pendeta/pastur telah melaksanakan pemberkatan atau ritual lainnya (bagi yang non muslim), maka perkawinan tersebut adalah sah, terutama di mata agama dan kepercayaan masyarakat.

Karena sudah dianggap sah, akibatnya banyak perkawinan yang tidak dicatatkan. Bisa dengan alasan biaya yang mahal, prosedur berbelit-belit atau untuk menghilangkan jejak dan bebas dari tuntutan hukum dan hukuman adiministrasi dari atasan, terutama untuk perkawinan kedua dan seterusnya (bagi pegawai negeri dan ABRI). Perkawinan tak dicatatkan ini dikenal dengan istilah Perkawinan Bawah Tangan (Nikah Syiri’).

Lalu mengenai pengesahan ernikahan bagi umat Islam, tersedia prosedur hukum untuk mengesahkan perkawinan yang belum tercatat tersebut, yaitu dengan pengajuan Itsbat Nikah. Dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 7 ayat 2 dan 3 dinyatakan, bahwa dalam hal perkawinan tidak dapat dibuktikan dengan Akta Nikah, dapat diajukan itsbat nikahnya ke Pengadilan Agama.

Namun sayangnya, salah satu syarat dalam pengajuan permohonan itsbat nikah adalah harus diikuti dengan gugatan perceraian. Dan syarat lainnya adalah jika perkawinan itu dilaksanakan sebelum berlakunya UU No. 1 tahun 1974. Ini berarti bahwa perkawinan yang dilaksanakan setelah berlakunya UU tersebut mau tidak mau harus disertai dengan gugatan perceraian.Tentu ini sangat sulit bagi pasangan yang tidak menginginkan perceraian. Selain itu proses yang akan dijalanipun akan memakan waktu yang lama.
3.2 Maksud, Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai

Tujuan utama program sosialisasi perlunya pencatatan pernikahan adalah untuk memberikan pengetahuan dan informasi yang rinci mengenai penting dan perlunya pencatatan pernikahan oleh Negara , bagaimana proses pencatatan pernikahan oleh negara dan apa saja yang menjadi syarat agar pernikahan dapat dicatatkan oleh negara . dan yang lebih ingin disampaikan terutama buat kaum wanita karna dalam hal pencatatan pernikahan ini wanita lah yang sangat diuntungkan dan apabila tidak dicatatkan maka wanita lah yang sangat dirugikan.

Perempuan harus lebih menyadari haknya untuk mendapatkan akte nikah begitu ada kesepakatan pernikahan. Lantas, negara juga memiliki tanggungjawab dengan memberikan pelayanan gratis untuk pencatatan pernikahan atau minimal meringankan biayanya.Dari laporan mitra Komnas Perempuan, banyak kasus pengabaian keluarga dari pernikahan yang tidak memiliki legalitas lantaran kepala keluarga tak mampu menebus surat nikah. Tumpukan surat nikah yang belum ditebuskan menumpuk di KUA,” jelasnya. Jika secara hukum agama, pernikahan sah sesuai rukun dan syarat, perempuan juga perlu memahami perlunya ada perlindungan negara dengan legalitas tertulis.

Bidang kegiatan yang dipilih yaitu memberikan sosialisasi mengenai perlunya pencatatan pernikahan oleh Negara. Memberikan sosialisasi hanya dengan cara menjelaskan mengenai apa dan bagaimana mengenai info pentingnya pencatatan pernikahan oleh Negara. Kegiatan ini dilaksanakan di Bale Gampong Beurandeh. Penanggung jawab dari kegiatan ini adalah Sulistya Ayu Ningsih yang dibantu oleh semua anggota kelompok KKN 161 diantaranya Mirza Winanda, Siska Molida, Tety Darwiyah, dan Muhammad Rizki Pranata, serta Syafriadi. Adapun metode dan sistematika pelaksanaan kegiatan sosialisasi ilmu hukum ini adalah :

  • Melakukan survey di gampong untuk melihat jumlah remaja putri di gampong Beurandeh
  • Melakukan proses menganalisis kebutuhan, yaitu memberikan sosialisasi dan penyuluhan.
  • Menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk pelaksanaan sosialisasi ilmu hukum.
  • Keliling gampong untuk mengundang remaja putri Gampong Beurandeh dalam mengikuti kegiatan sosialisasi ilmu hukum.
  • Melakukan sosialisasi dan penyuluhan ilmu hukum pada remaja putri gampong Beurandeh.

 

3.3       Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut

Kegiatan sosialisasi ini diperuntukkan untuk remaja putri di Gampong Beurandeh . dilaksanakan oleh Sulistya Ayu Ningsih dibantu oleh Siska Molida , dan Syafriadi . Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan 1 kali selama KKN yaitu pada tanggal 27 Januari 2015. Kegiatan sosialisasi mengenai perlunya pernikahan yang dicatatkan oleh negara dilakukan dibalai Gampong Beurandeh. Jumlah orang yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini adalah sekitar 10 orang yang semua nya adalah seorang remaja wanita. Mereka umumnya sudah tamat SMA dan ada juga yang sudah dan sedang melanjutkan keperguruan tinggi . Para peserta mengikuti kegiatan sosialisasi perlunya pencatatan pernikahan dibalai dan berdiskusi bersama . Setelah pemateri selesai menyampaikan informasi mengenai pentingnya pencatatan pernikahan oleh negara diskusi pun dibuka . Semua peserta turut aktif dalam berdiskusi . Beberapa dari mereka ada yang mengajukan pertanyaan seputar materi sosialisai. Lalu kembali berdiskusi lagi untuk menjawab dan sharing mengenai perlunya pencatatan pernikahan oleh negara.

Kegiatan sosialisasi pentingnya pencatatan pernikahan oleh negara ini diharapkan dapat memberikan informasi tambahan seputar permasalahan mengenai sosialisasi pentingnya dan perlunya pencatatan pernikahan oleh negara. Dan kembali mengingatkan akan akibat jika kita tidak mencatatkan pernikahan kita pada negara .

3.4       Faktor Pendukung dan Penghambat

Faktor Pendukung

  • Keingintahuan dari remaja putri yang tinggi akan informasi mengenai pentingnya pencatatan pernikahan oleh negara.
  • Dukungan dan bantuan dari kawan-kawan kelompok
  • Waktu dan tempat yang cukup memadai

Faktor Penghambat

  • Kurangnya fasilitas dalam melakukan proses pemberian sosialisasi dan penyuluhan sehingga mengalami sedikit kesulitan dalam presentasi.
  • Sulitnya berkomunikasi dengan para remaja putri gampong beurandeh karna mayoritas menggunakan bahasa Aceh sebagai bahasa keseharian

 

3.1 Bidang Kegiatan

Membuat rancangan qanun gampong Beurandeh mengenai penertiban hewan ternak. Pembuatan qanun ini merupakan permintaan langsung dari pak geuchik gampong Beurandeh yaitu pak Said Abdullah . Latar belakang mengapa dibutuhkan qanun mengenai penertiban hewan ternak yaitu karena digampong Beurandeh belum ada qanun yang mengatur tentang penertiban hewan ternak. Menurut pak geuchik saat ini sangat diperlukan aturan yang jelas mengenai penertiban hewan ternak mengingat gampong Beurandeh sangat banyak hewan ternak yang dipelihara sendiri oleh warga gampong Beurandeh.

 

Selain karena banyak warga yang memelihara hewan ternak. Warga gampong Beurandeh juga mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Dan mengelola kebun yang dimana pada kebun itu banyak terdapat tanaman tanaman hidup yang menjadi sumber mata pencaharian dari warga. Dapat disimpulkan sendiri bagaimana apabila tidak ada aturan yang mengatur mengenai bagaimana harusnya pemilik hewan ternak menjaga hewan ternaknya selama berada dalam area gampong beurandeh. Maka tentu dapat menyulitkan bagi warga yang mengelola kebunnya dan area persawahan yang mana sewaktu waktu hewan ternak dapat mengganggu dan merusak area perkebunan dan persawahan apabila tidak dijaga oleh pemiliknya.

3.2 Maksud, Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai

Adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu ingin membantu warga gampong Beurandeh dalam menyelesaikan suatu permasalahan terutama dibidang penertiban hewan ternak. Selaku pak geuchik tentu pak Said Abdullah sangat memahami apa yang diperlukan oleh warganya. Aturan yang dibuat dimaksudkan untuk semua warga gampong Beurandeh tanpa terkecuali. Agar aturan tersebut dapat terlaksana tentu dibutuhkan kerja sama dari berbagai macam pihak yang terkait yaitu seluruh warga gampong Beurandeh.

Apabila suatu aturan yang dibuat dapat dijalankan oleh semua pihak tentu dapat menciptakan ketentraman bagi seluruh warga gampong Beurandeh.Itulah yang menjadi tujuan dari pembuatan qanun penertiban hewan ternak ini. Untuk melindungi hak dan kewajiban para pihak yang terlibat , melindungi hak dan kewajiban warga gampong Beurandeh yang memiliki hewan ternak ataupun yang memiliki area perkebunan dan persawahan.

Penanggung jawab dari kegiatan ini adalah Sulistya Ayu Ningsih. Adapun metode dan sistematika pelaksanaan kegiatan sosialisasi ilmu hukum ini adalah :

  • Melakukan survey di gampong untuk melihat keadaan gampong Beurandeh.
  • Melihat dan melakukan pemantauan terhadap hewan ternak , perkebunan dan persawahan milik warga gampong Beurandeh.
  • Menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan Qanun gampong Beurandeh.
  • Melakukan sosialisasi dan penyuluhan mengenai Qanun bersama pak Geuchik gampong Beurandeh.

 

3.3       Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut

Hasil yang dicapai yaitu setelah menyiapkan rancangan Qanun mengenai penertiban hewan ternak untuk gampong Beurandeh dan melakukan diskusi bersama pak geuchik gampong Beurandeh maka terjadilah kesepakatan mengenai bagaimana dan apa ketentuan dan aturan serta larangan dan sanksi apabila aturan tersebut dilanggar oleh para pihak yang berada di lingkungan gampong Beurandeh. Tentu saja seluruh aturan tersebut tidak menyalahi ketentuan didalam perundang undangan yang berlaku. Setelah rancangan Qanun penertiban hewan ternak selesai dirancang , selanjutnya untuk disahkan dan berlakunya qanun tersebut diserahkan pada pak Said Abdullah selaku geuchik gampong Beurandeh.

 

3.4       Faktor Pendukung dan Penghambat

Faktor Pendukung

  • Sangat didukung dan dibantu oleh pak Said Abdullah selaku geuchik gampong Beurandeh.
  • Dibantu oleh para anggota kelompok yang lain dalam mengumpulkan data dan materi rumusan rancangan Qanun penertiban hewan ternak.

Faktor Penghambat

  • Karena selaku mahasiswa masih dirasa kurang mengetahui secara menyeluruh mengenai cara yang benar dalam merumuskan dan merancang Qanun khususnya mengenai hewan ternak
  1. PHBS ( Siska Molida – 1107101020005)
    • Bidang Kegiatan

PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Dewasa ini, jika diamati, tiada orang yang tidak mengetahui betapa pentingnya menjaga kesehatan. Hanya saja banyak faktor yang menjadi hambatan untuk mendorong suatu masyarakat berperilaku hidup sehat dan bersih demi menjaga kesehatannya.

Adapun kegiatan mahasiswa KKN Universitas Syiah Kuala dari Fakultas Keperawatan melakukan salah satu program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) tentang 7 langkah mencuci tangan bersih. Sebelum melakukan langkah-langkah cuci tangan tersebut, terlebih dahulu mahasiswa memberikan penjelasan materi tentang hidup sehat dan bersih kepada anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan di balai gampong dan dilanjutkan dengan kegiatan mencuci tangan bersih di rumah pak keuchik gampong, dengan hanya berbahan sabun cuci tangan, air yang mengalir dari keran, dan tissue. Kegiatan ini diperuntukkan untuk anak-anak SD. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga dibantu oleh teman-teman KKN lainnya.

1.2 Maksud, Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai

Maksud, tujuan dan sasaran yaitu agar anak-anak lebih memahami tentang pentingnya berperilaku hidup sehat dan bersih dari semenjak usia dini untuk menjaga kesehatannya di kehidupan sehari-hari. Mencuci tangan di air mengalir dan memakai sabun dapat menghilangkan berbagai macam kuman dan kotoran yang menempel di tangan sehingga tangan bersih dan bebas kuman.

 

  • Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut

Kegiatan “PHBS” ini dilakukan di rumah pak keuchik gampong pada sore harinya yang diikuti oleh 20 orang anak dengan tingkat pendidikan SD. Kegiatan ini penting untuk menunjang kehidupan anak-anak selanjutnya tentang pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat di lingkungannya. Setelah memberikan penjelasan tentang phbs dan melakukan 7 langkah cuci tangan bersih bersama, anak-anak terlihat sangat tertarik menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga kebersihan lingkungannya.

 

  • Faktor Pendukung dan Penghambat

Faktor Pendukung

  • Antusias dari anak-anak yang sangat tinggi sehingga program terlaksana dan berjalan dengan lancar.
  • Dukungan dan bantuan dari kawan-kawan KKN
  • Waktu yang memadai

Faktor Penghambat

  • Adanya fasilitas yang tersedia di Meunasah yaitu keran yang dibutuhkan dalam kegiatan tindakan cuci tangan bersih, namun tidak bisa dipakai karena tidak adanya air yang mengalir sehingga mahasiswa memutuskan melakukan tindakan tersebut di rumah pak keuchik gampong dengan satu keran air.
  1. Mengadakan Sosialisasi Politik Kepada Warga Gampong
  2. Mahasiswa pelaksana program

Nama/Fak/Prodi   : Muhammad Rizky Pranata/Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik/ Ilmu Politik

  1. Tujuan Kegiatan

Memberikan informasi yang baru terhadap perkembangan Demokrasi yang ada di Indonesia dan di dunia Internasional untuk membangkitkan rasa Nasionalis terhadap Negara serta memberikan motifasi untuk mempelajri Ilmu Politik demi kepentingan bangsa Indonesia.

  1. Manfaat Kegiatan
  2. Masyarakat mengetahui perkembangan ilmu politik
  3. Masyarakat sadar terhadap pentingnya mempertahankan Negara dari gangguan luar dan hal-hal yang membuat Negara ini hancur.
  4. Memanfaatkan ilmu politik untuk mengembangkan sektor pendidikan yang lain.
  5. Mengembalikan penafsiran positif terhadap perkembangan perpolitikan pasca pemilu legeslatif dan pemilu presiden.
  6. Sasaran

Seluruh warga gampong meunasah Beurandeh terdiri dari :

  1. Perangkat desa dan
  2. Masyarakat yang terlibat aktif dalam pemilu Legeslatif dan Presiden.
  3. Kerja sama

Dalam menyukseskan kegiatan kami bekerja sama dengan anggota kelompok KKN, organisasi kepemudaan, perangkat Gampong Beurandeh, dan seluruh masyarakat Gampong Beurandeh.

  1. Hasil dan Tindak Lanjut

Sosialisasi tentang ilmu politik ini untuk warga gampong dilaksanakan oleh Muhammad Rizky Pranata dibantu oleh Mirza Winanda, Syafriadi, Tety Darwiyah, Siska Molida, dan Sulistya Ayu Ningsih. Sosialisasi ini dilaksanakan pada tanggal 15, 18, 21, 25, dan di akhiri pada tanggal 30. Kegiatan sosialisasi ilmu politik dilakukan di Balai Gampong Beurandeh. Setelah kegiatan ini masyarakat dapat memahami perkembangan politik dan kenapa ilmu politik itu dibutuhkan dalam kehidupan bernegara.

  1. Faktor pendukung terlaksananya program ini

Kerjasama Antara kelompok KKN dengan Perangkat Desa, Organisasi Kepemudaan dan dukungan seluruh warga masyarakat Meunasah Beurandeh.

  1. Faktor internal :

Keterlibatan dan kerjasama semua anggota kelompok KKN.

  1. Faktor eksternal:

kegiatan ini berjalan lancar dengan adanya dukungan dari aparatur Gampong, para bapak – bapak Gampong Meunasah Beurandeh, serta keterlibatan kawan-kawan kelompok KKN.

  1. Faktor Penghambat

Tidak ada.

 

 

  1. Kegiatan Mandiri (Syafriadi)
  2. Bidang Kegiatan yang Dipilih

Program Kegiatan membuat Formulasi Pakan Konsentrat.

Membuat Formulasi Pakan Konsentrat merupakan bentuk upaya pemberian pakan tekhnologi baru kepada ternak warga gampong yang bersifat sebagai pakan penguat guna meningkatkan efisiensi pencernaan energi pada ternak. Pentingnya pemberian pakan konsentrat sebagai pakan yang tergolong baru pada lingkungan gampong diharapkan akan menjadi sebuah batu loncatan pada warga agar kedepannya mulai melakukan pemberian pakan ini terhadap ternak mereka dengan tujuan ternak cepat gemuk dan memiliki nilai ekonmi yang tinggi. Pengaplikasian formulasi pakan konsentrat juga tidak lupa menyesuaikan bahan dengan potensi yang ada di gampong agar warga mudah memperoleh dan mencari bahan-bahan formulasi.

Setelah melakukan survey dilapangan terlihat bahwa peternak-peternak atau warga gampong beurandeh hanya memberikan pakan seadanya, seperti limbah jerami padi yang pada dasarnya sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi dan mempercepat pertumbuhan serta penambahan berat badan yang signifikan. Hal ini membuat saya tertarik untuk melakukan program kegiatan berupa membuat Formulasi Pakan Konsentrat dengan harapan kedepannya warga memiliki pengetahuan baru tentang pakan ternak, manfaat dan presentasi pemberiannya guna memperbaiki taraf hidup ekonomi warga yang berprofesi sebagai peternak ataupun petani.

Sesuai dengan bidang ilmu Peternakan, Membuat Formulasi Pakan Konsentrat perlu dilakukan untuk menambah wawasan baru warga gampong dalam usaha pemeliharaan dan penggemukan ternak dengan memanfaatkan sebahagian limbah hasil pertanian dan perkebunan dengan meninjau nilai ekonomis

 

  1. Maksud, Tujuan, dan Sasaran yang ingin dicapai

Maksud dan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pembuatan Demonstrasi Formulasi Pakan Konsentrat untuk menambah wawasan baru warga gampong dalam usaha pemeliharaan dan penggemukan ternak dengan memanfaatkan sebahagian limbah hasil pertanian dan perkebunan dengan meninjau nilai ekonomis.

 

  1. Metode Pelaksanaan Kegiatan
  2. Nama Kegiatan

Demonstrasi Formulasi Pakan Konsentrat di Gampong Beurandeh, kecamatan Bandar baru, kabupaten pidie jaya.

  1. Waktu Pelaksaan Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan pada :

No. Hari Tanggal Pukul
1. Kamis 5 Februari 2015 15.00-15.30 wib

 

 

  1. Nama-Nama Peserta Kegiatan

Penangung Jawab               : – Syafriadi

Peserta                                : – Peternak gampong beurandeh

– Warga Gampong

  1. Sasaran Kegiatan

Sasaran Kegiatan ini adalah peternak desa gampong Beurandeh dan masyarakat gampong Beurandeh.

  1. Metode Sistematika Pelaksanaan

Adapun metode dan sistematika pelaksanaan kegiatan membuat Formulasi Pakan Ransum ialah:

  • Melakukan survey, untuk mengetahui komposisi bahan, lokasi, waktu, banyak ternak dan koefisiensi pemberian.
  • Melakukan estimasi biaya sementara untuk mengetahui komponen-komponen yang diperlukan sehingga mempermudah proses Pembuatan yang akan dilakukan.
  • Memberitahu masyarakat akan adanya kegiatan Membuat Formulasi Pakan Konsentrat.
  • Pelaksanaan kegiatan mulai dari mempersiapkan bahan dan alat, formulasi ransum, pembungkusan, hingga pemberian hasil formulasi ke ternak warga.
  1. Alat dan Bahan yang digunakan.
  2. Terpal atau goni

 

Bahan :

  1. Dedak Kasar : 10 kg
  2. Dedak Halus : 7 kg
  3. Jagung : 3 kg
  4. Ampas tahu
  5. Garam : 2 ons

Cara-cara :

  1. Persiapkan bahan-bahan dan alat Formulasi pakan konsentrat terlebih dahulu.
  2. Tuangkan Dedak kasar 10 kg sebagai lapisan pertama di atas terpal (media) lalu taburkan garam 0,3 ons di atas dedak kasar dengan merata.
  3. Kemudian tuangkan Dedak halus sebagai bahan ke-2 ke terpal dengan tambahkan garam 0,3 ons di atas dedak halus dengan merata.
  4. Campurkan ampas tahu sedikit demi sedikit lalu aduk merata.
  5. Dilanjutkan dengan Jagung sebagai bahan terakhir dan di ikuti pula taburkan garam secara merata sebanyak 0,3 ons pada lapisan pakan.
  6. Lalu aduk secara merata hingga campuran pakan tercampur dengan sempurna
  7. Ratakan kembali pakan konsentrat lalu taburkan sisa garam 1,1 ons dengan merata dan dilanjutkan aduk kembali hingga pakan benar-benar tercampur.
  8. Hasil dari campuran pakan konsentrat kemudian di kemas ke kantong plastik agar mudah di simpan dan mudah saat pemberian ke ternak.
  9. Adapun pemberian pakan konsentrat ini maksimal 3% dari berat badan ternak warga, dengan waktu 1 jam sebelum pemberian pakan basal atau hijauan.
  1. Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut

Mampu menghadirkan rasa ingin tau akan hal-hal baru tentang pakan selain pakan hijauan dan tujuan serta manfaat yang diperoleh dari hasil program demonstrasi formulasi pakan konsentrat agar kedepannya warga mulai terbiasa memberikan pakan ini setiap harinya guna meningkatkan taraf ekonomi warga. Adapun hasil langsung pemberian pakan konsentrat terhadap ternak warga yaitu menambah nafsu makan ternak sehingga ternak semakin cepat gemuk dan hal ini sangat menguntungkan bagi warga gampong Beurandeh.

  1. Faktor Pendukung dan Penghambat
  • Faktor pendukung kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini yaitu:
  1. Antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Mahasiswa KKN
  2. Motivasi yang tinggi
  3. Dukungan masyarakat dan kawan – kawan KKN
  4. Waktu dan tempat yang memadai
  • Faktor penghambat pada saat mahasiswa/i melakukan kegiatan KKN ialah :
  1. Keterbatasan bahan yang ada dengan meninjau potensi yang ada di gampong.
  2. Kebanyakan warga gampong sibuk dengan kegiatan bertani seperti penanaman padi.