Hari ini tepat tanggal 4 september. Itu artinya saya harus segera berangkat ke PidieJaya hari ini juga. Ah ! Rasanya berat sekali meninggalkan rumah. Tapi, mau gakmau KKN harus tetap berjalan karena merupakan salah satu mata kuliah yang wajibdiambil. Saya masih teringat sekali, semalam masih berkeliaran gak jelaskeliling kota Banda Aceh. Ya, saya berpikir bahwa saya akan lama meninggalkankota ini. Jadi, semalam saya puas-puasin keliling kota sambil ngukur jalan.Hahaha. Padahal, barang-barang belum di packing. Hadeuhh. Memang gak niat KKNkali yaa. :D Nyampe di rumah udah jam 12-an. Saya langsung packing barang-barangyang dibutuhkan selama KKN.

Jam sudah menunjukkan jam setengah 7 pagi. Tiba-tiba Kiki yang merupakan salah satuteman KKN menelpon saya. Katanya, siap-siap terus karena mobil sudah jalanuntuk menjemput saya. Padahal saya baru aja bangun. :D Saya sempat kesal ! Iningapain coba jam segini berangkatnya, toh acara serah terima  jam 2 siang. Akhirnya, saya segera bangkitdari tempat tidur dan bersiap-siap untuk berangkat. Setelah salaman dengankeluarga semua, kemudian saya di antar ke mobil yang ternyata sudah lama menunggu kedatangan saya. :p Ekspresi si supir udah bisa ditebak ya gimana.Muka udah kayak brimob. :D

Jam setengah 11 kami sampai dikantor Bupati Pidie Jaya lama. Dannnn, kayaknya kami kelompok KKN yang palingcepat nyampenya. Pak Bapel harus tau itu yaa.. :D Gak tau deh ya, entahkerajinan entah apa. :D Supirnya juga sih yang buru-buru kagak jelas.  Nah, setelah itu tiba-tiba si supir mauturunin kami disini. Wahhhh.. Gimana ini?! Kok gini jadinya. Masa harus turundisini dengan barang-barang yang sedemikian banyak. Gak iya ni, gak sepertiperjanjian awal. Kami pun jadi panik. Rupanya terjadi miscommunication antara orang loket dan supir. Kata si supir, kalomau ditungguin sampe acara selesai, harus bayar 2 kali lipat. Akhirnya, setelahbernegosiasi dengan supir yang super keras kepala itu, si supir luluh juga hatinya. Eaaakk. Katanya cuma nambah 100 ribu aja. Ini menjadi cerita awal KKN kami. Menyebalkan tapi mengesankan. Hahaha.

Acara serah terima selesai. Kemudian kami di antar Pak Geuchik ke gampong KKN tercinta, Gampong Kuta Pangwa.. Ya,mencoba mencintai dulu gampongnya, biar betah. :D Ada sedikit perubahan dari perjanjian waktu kami melakukan survey. Kami gak jadi tinggal di rumah yangdirencanakan Pak Geuchik waktu itu. Padahal kami sempat mengagung-agungkan rumah yang lumayan besar itu. :D Kebetulan rumah tersebut adalah rumah yang paling besar di gampong ini. Rumah yang akan kami tempati sekarang memang gakterlalu besar tapi sederhana. Apalagi yang punya rumahnya, ramahnya pake banget.Tapi, rumah ini khusus buat yang cewek aja, yang cowok cuma numpang makan doang.. :D Setelah membahas masalah biaya makan, akhirnya kami istirahat sejenak.

Malamnya, kami (cowok) langsung diajak takziah sama Pak Geuchik ke kampung tetangga. Pulang dari situ, Pak Geuchik ajak ngopi lagi bersama pemuda gampong. Orangnya ramah-ramah semua. Ya,semoga ini menjadi awal yang baik. Selesai ngopi, kami pulang karena udahngantuk. Karena yang cowok belum dapat rumahnya, untuk sementara tidur diMasjid dulu. Kebetulan ada kamar untuk remaja masjid jadi bisa tidur disitu. Terasasangat lelah sekali. Malam ini tidur dengan hanya beralaskan tikar. :’)

Hari ke-2 KKN, yang cowok baru dapat rumahnya. Akhirnya kami dapat rumah kosong yangudah lama gak ditempati sama pemiliknya. Kedengarannya angker ya. Tapi,alhamdulillah selama KKN gak ada masalah apa-apa di rumah itu. Walaupun kamihanya tinggal berdua di rumah itu. Yang paling penting adalah rumahnya adamesin cuci, jadi gak capek cuci baju. Ahaha.

Selama seminggu KKN, program kamibelum jalan kecuali mengajar di TPA karena kami baru dikenalkan pada hari ke-9KKN. Walaupun agak telat jalan programnya, alhamdulillah program-program kamiterlaksana semuanya tanpa kendala. Menjadi ketua dalam kelompok, menjadi tantangantersendiri bagi saya. Ya, untuk orang yang sangat jarang tampil di depan, sayaharus merangkai kata-kata saat perkenalan dengan masyarakat. Ahaha.

Saya beruntung bisa mengabdi digampong ini. Letak kampungnya pas di samping jalan raya. Makanannya jugaenak-enak, gak mengecewakan lah. Di samping itu, kami juga dihadiahkan PakGeuchik yang sangat-sangat peduli terhadap kami. Pernah sekali hari ke-8 KKN, pagi-pagiada pohon tumbang di jalan Banda Aceh-Medan. Hari itu, kami (cowok) masihmalas-malasan bangun pagi karena memang belum ada program apa-apa. Tau-taunyaliat hp udah 3 missed call dari PakGeuchik. Dan untuk panggilan yang ke-4, akhirnya saya angkat dan kami disuruhkesitu untuk membersihkan jalan sekarang juga. Ahh. Berasa gak enak sama PakGeuchik. Baru juga seminggu udah kayak enak jidat sendiri aja kami disitu.Buru-buru mandi dan langsung tancap gas menuju TKP. :D Yang cewek udah duluannyampe dari kami. Dannnnn tau apa ! Rupanya ada beberapa batang pohon yangmasih di jalan dan belum dipindahin. Kata Pak Geuchik, batang pohon ini sengajagak dipindahin dulu dan nunggu sampe kami datang, karena ini bagus buatdokumentasi kalian. Ahahah. Ini gokil ! Sampe segitunya Pak Geuchik peduli samakami.

Banyak sekali pengalaman baru yang belum saya dapatkan sebelumnya tapi saya dapatkan pada saat KKN. Misalnya, saya dipercayakan untuk membaca Pembukaan UUD 1945 pada upacara 17 Agustus 2014 di Lapangan Trienggadeng. Yaaa, walaupun pas maju jalan, saya jalan kaki kanan dantangan kanan (bisa bayangin yaa). Ditambah lagi bacaannya yang belum terlalu bagus. Hahahaha. Buat malu aja ! Maklumin aja ya latihannya cuma sekali dan gaknyampe 1 jam.

Trusmisalnya lagi saya jadi juri untuk lomba fashionshow di KKN Pangwa Fair 2014. Sebenarnya ini program penunjang saya, tapikebetulan mahasiswa KKN dari Kemukiman Pangwa berencana membuat perlombaan,akhirnya program ini saya naikkan ke kemukiman.

Selain itu, saya juga jadi MC mendadak dalam lomba pidato yang dibuat oleh CamatTrienggadeng.

Oranggampong ini juga mempercayakan saya untuk payungin Linto Baroe. Doain aja yamudah-mudahan segera nyusul. :p

Trussatu lagi, saya juga jadi wasit dalam lomba makan kerupuk dan balap kelereng anak-anak. Cuman tiup peluit aja sihhh. Hahaha.

Janganpernah takut untuk KKN dan menganggapnya gak penting. Awalnya memang kitaberpikir seperti itu. Tetapi, setelah KKN kita akan merindukan masa-masa KKNyang gak akan mungkin terulang lagi. Kita bakalan tau bagaimana budaya-budayadari daerah lain. Kita juga harus berbaur dan menjaga hubungan baik denganmasyarakatnya serta menghargai adat istiadat dan nilai-nilai yang ada digampong tersebut agar mereka bisa menerima kita dengan baik pula. Yaa mana tausuatu saat kita akan kembali ke gampong itu dan menetap disitu. Jadi udah gaksusah lagi. Mana tau kannn ada yang pacaran sama Pak Geuchik. :p Dannnn yangpaling penting sekali adalah menjaga hubungan baik dengan Pak Geuchik. Kaloperlu tiap hari apel ke rumah Pak Geuchik dehh. Karena selain DPL, Pak Geuchikjuga bakalan ngasih nilai untuk kita. :D

By zulfahmi Kelompok 39, Gampong Kuta Pangwa