Pencegahan Korosi Pada Pagar Menasah

Nama       :Suryadi Yandi 

NIM           : 1204102010006

Fak/Jur     : Teknik Mesin

 

Kegiatan Utama

1. Bidang Kegiatan yang Dipilih : Pencegahan Korosi Pada Pagar Menasah

Dalam kehidupan manusia sehari-hari, tentu sering menggunakan besi. Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang). Besi banyak digunakan karena memang mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan dan mudah dimodifikasi, pengolahannya juga relatif mudah dan murah, selain itu persediaan besi dikulit bumi cukup besar. Alat atau bangunan yang berbahan besi sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalkan saja digunakan untuk perkakas dapur, mesin, jembatan, pagar, railing, pipa besi, tiang telepon, dan masih banyak lagi. Namun sayangnya, besi memiliki kelemahan, yaitu mudah mengalami korosi. Dengan korosi maka bisa mengurangi umur pakai barang atau bangunan yang menggunakan besi atau baja. Alat atau bangunan yang berbahan besi sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalkan saja digunakan untuk perkakas dapur, mesin, jembatan, pagar, railing, pipa besi, tiang telepon, dan masih banyak lagi. Namun sayangnya, besi memiliki kelemahan, yaitu mudah mengalami korosi. Dengan korosi maka bisa mengurangi umur pakai barang atau bangunan yang menggunakan besi atau baja.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah korosi pada besi, diantaranya adalah:

  • Pengecatan. Cara pencegahan korosi dengan di cat biasa digunakan, contohnya untuk pengecatan jembatan, pagar, dan railing. Cat dapat menghindarkan besi kontak dengan udara dan air. Untuk pengecatan lebih baik menggunakan cat yang mengandung timbel dan zink (seng), karena timbel dan zink (seng) melindungi besi terhadap korosi.
  • Pelumuran dengan Oli atau Gemuk. Untuk berbagai perkakas dan mesin bisa dilindungi dengan menggunakan oli atau gemuk, karena oli atau gemuk dapat mencegah kontak dengan air.
  • Pembalutan dengan Plastik. Plastik juga bisa mencegah korosi, karena plastik mencegah kontak dengan udara dan air. Contoh barang yang menggunakan plastik sebagai perlindungan dari korosi, misalnya rak piring dan keranjang sepeda, dll.
  • Tin Plating (pelapisan dengan timah). Kaleng-kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi dengan timah. Pelapisan dilakukan secara elektrolisis, yang disebut tin plating. Timah tergolong logam yang tahan karat. Akan tetapi, lapisan timah hanya melindungi besi selama lapisan itu utuh (tanpa cacat). Apabila lapisan timah ada yang rusak, misalnya tergores, maka timah justru mendorong/mempercepat korosi besi. Hal itu terjadi karena potensial reduksi besi lebih negatif daripada timah. Oleh karena itu, besi yang dilapisi dengan timah akan membentuk suatu sel elektrokimia dengan besi sebagai anode. Dengan demikian, timah mendorong korosi besi. Akan tetapi hal ini justru yang diharapkan, sehingga kaleng-kaleng bekas cepat hancur.
  • Galvanisasi (pelapisan dengan Zink). Pipa besi, tiang telepon dan berbagai barang lain dilapisi dengan zink. Berbeda dengan timah, zink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Hal ini terjadi karena suatu mekanisme yang disebut perlindungan katode. Oleh karena potensial reduksi besi lebih positif daripada zink, maka besi yang kontak dengan zink akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan demikian besi terlindungi dan zink yang mengalami oksidasi (berkarat). Badan mobil-mobil baru pada umumnya telah digalvanisasi, sehingga tahan karat.
  • Cromium Plating (pelapisan dengan kromium). Besi atau baja juga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberi lapisan pelindung yang mengkilap, misalnya untuk bumper mobil. Cromium plating juga dilakukan dengan elektrolisis. Sama seperti zink, kromium dapat memberi perlindungan sekalipun lapisan kromium itu ada yang rusak.
  • Sacrificial Protection (pengorbanan anode). Magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif (berarti lebih mudah berkarat) daripada besi. Jika logam magnesium dikontakkan dengan besi, maka magnesium itu akan berkarat tetapi besi tidak. Cara ini digunakan untuk melindungi pipa baja yang ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik, batang magnesium harus diganti.

Kegiatan pencegahan  korosi ini salah satu bentuk dedikasi ataupun pengabdian dari ilmu yang selama ini telah saya pelajari di bangku perkuliahan, diharapkan apa yang telah saya hasilkan selama proses KKN ini dapat bermanfaat bagi warga di kampung ini serta menjadi satu bentuk pengabdian yang selalu di ingat.

 

1.1 Maksud, Tujuan dan Sasaran yang ingin Dicapai

Adapun maksud dan tujuan dari pencegahan korosi  ini adalah agar generasi dini mampu mengenali korosi pada besi, dan  mampu  mencegah penyebab terjadinya korosi   . Sehingga di masa yang akan datang mereka yang telah dibekali sejak dulu tentang korosi mampu menerapkan dan mendukung sebuah kondisi dimana masyarakat kedepan peduli.

 

1.2 Waktu Pelaksanaan

Hari : Minggu

Tanggal : 31 Januari (persiapan alat dan bahan)

Jam : 09:00-11:30 WIB

 

1.3 Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut

Pencegahan korosi pada pintu pagar menasah  dilaksanakan oleh Suryadi Yandi dibantu oleh wahyu Ramadhan dan Rizki Nurdiansyah. Acara ini telah dilaksanakan sekal selamai pelaksanaan KKN yaitu pada tanggal 32 Januari 2016. Kegiatan  pencegahan korosi  dilakukan di depan menasah bunien  yang didominasi oleh remaja_remaja dan orng tua gampong bunien yang  mana menjadi lokasi pengabdian kelompok P45. Adapun jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 30 Orang yang terdiri dari 20 laki-laki dan 10 perempuan. umumnya (80 %) sudah mengenal beberapa korosi terjadi pada besi .

 

.1.4 Faktor Pendukung dan Penghambat

Faktor pendukung dari kegiatan atau proses pengecatan ini adalah adanya dukungan dari pak gechik dan apparat-aparat gampong bantuan dari kawan-kawan sekelompok sehingga kegiatan ini dapat dijalankan sesuai dengan target. Dalam menjalankan program ini tidak ada faktor penghambat yang berarti.